Analisis Permasalahan dari Sebuah
Artikel
Survei: Warga AS Cemaskan Facebook &
Google
Fino Yurio Kristo – detik.net
Minggu, 06/04/2014 15:00 WIB
Jakarta - Perusahaan teknologi raksasa semacam Facebook atau
Google rupanya bikin cemas warga di tempat mereka berasal, Amerika Serikat.
Terutama soal kemampuan para raksasa teknologi ini mengumpulkan data sehingga
dirasa mengganggu kehidupan masyarakat.
Dalam survei yang dilakukan Reuters/Ipsos di
Amerika Serikat pada bulan Maret 2014, kemampuan mengenali lokasi, komunikasi
personal dan kebiasaan berbelanja para penggunanya adalah hal yang paling
dicemaskan warga pada Facebook dan Google.Mereka sepertinya merasa terlalu
dimata-matai.
Dengan kas
raksasa senilai miliaran dolar, harga saham menjulang dan kehausan terus
mengambil data user demi kepentingan bisnisnya, Google, Facebook dan Amazon
juga kerap mencaplok perusahaan teknologi yang lebih kecil serta punya ambisi
besar dalam perdagangan online.
Dalam survei pada sekitar 5000 responden
tersebut, 51% di antaranya mengatakan setuju bahwa ketiga perusaahaan di atas
ditambah Apple, Microsoft dan Twitter bertindak terlalu jauh dan berekspansi
terlalu dalam ke kehidupan warga.
"Kita berada dalam tahap masyarakat di mana
pada dasarnya segala sesuatu akan di-track. Mereka memiliki akses pada
begitu banyak data yang bisa mereka gunakan dengan tidak benar dalam pendapat
saya," kata Richard Armitage, salah seorang responden yang detikINET kutip dari Reuters, Minggu (6/4/2014).
Belum ada komentar resmi dari para perusahaan
teknologi tersebut mengenai survei ini. Namun mereka memang sudah sering menegaskan
bahwa melindungi data user merupakan prioritas utama dan mengklaim tidak
sembarangan dalam memanfaatkannya.
Sumber :
Review
inti permasalahan dari artikel diatas:
·
Facebook dan Google sebagai penyedia
jasa layanan informasi internet bagi masyarakat tidak hanya memberikan manfaat
yang luas bagi pencari informasi dan data secara cepat bagi penggunanya, namun
ternyata juga telah mengganggu kehidupan masyarata karena terpublikasinya
privasi bagi setiap orang khususnya dalam komunikasi inter personal.
·
Tidak hanya google dan facebook,
beberapa perusahaan internet besar seperti amazon, apple dan twitter juga
seakan berlomba-lomba dalam memberikan akses informasi kepada penggunanya agar
dapat diakses oleh orang lain.
·
Luasnya akses pada internet tanpa batas
dapat memberikan begitu banyak data yang bisa mereka gunakan dengan tidak
benar, sehingga dapat merugikan beberapa pihak.
(Richard Armitage)
·
Google, facebook dan perusahaan
teknologi raksasa lainnya juga seakan terus berlomba mengambil data user demi
kepentingan sendiri, sehingga seringkali memonopoli perusahaan kecil dalam
perdagangan inline.
Dalam sudut pandang
lain, banyak individu yang merasa data user dan privasi mereka masih terbuka
dan prioritas keamanan belum sepenuhnya diperhatikan.
0 komentar:
Posting Komentar