Jumat, 11 Juli 2014

Black Box Testing

REKAYASA PERANGKAT LUNAK

[Black Box Testing]

 Pengertian black box testing:
pengujian yang dilakukan hanya mengamati hasil eksekusi melalui data uji dan memeriksa fungsional dari perangkat lunak. Jadi dianalogikan seperti kita melihat suatu koatak hitam , kita hanya bisa melihat penampilan luarnya saja, tanpa tau ada apa dibalik bungus hitam nya. Sama seperti prngujian black box, mengevaluasi hanya dari tampilan luarnya(interface nya) , fungsionalitasnya.tanpa mengetahui apa sesungguhnya yang terjadi dalam proses detilnya.( Hanya tau input- dan outputnya)

Kesimpulannya:
- pada antar muka PL (Perangkat Lunak)
- guna memperlihatkan bahwa fungsi – fungsi PL dapat beroperasi
- menguji beberapa aspek dasar dengan memperhatikan logika internal

Keunggulan Black Box
- bisa memilih subset test secara efektif dan efisien
- dapat menemukan cacat
- memaksimalkan testing investmen

Kelemahan:
- tester tidak pernah yakin apakah pl tersebut benar – benar lolos uji.

Jenis:
·         Graph based testing
·         Equivalence partitioning
·         Bonday value analisis
·         Comparison testing
·         Orthogonal array testing

Langkah – langkahnya:
1. analisa kebutuhan dan spesifikansi
2. pemilihan input
3. pemilihan outputnya
4. seleksi input
5. pengujian
6. review hasil
7. evaluasi

 [White Box Testing]

- Memberikan jaminan
- Menggunakan semua keputusan
- Mengeksekusi semua loop
- Menggunakan struktur dat internal
- Detail procedural
- Teliti

Jenis
-Basis path
-Control structura testing
- Condition testing
- Data flow testing
- Loop testing

Keunggulan white box:
- Mampu menditeksi kesalahan ;
- Kesalahan logika
- Ketidak sesuaian asumsi
-Case sensitive

Kelemahan:
- Melibatkan sumber daya yang besar , jadi boros.

Syarat dalam menjalankan strategi white box:
- Mendefinisikan semua alur logika
- Membangun kasus untuk digunakan dalam pengujian
- Melakukan pengujian


0 komentar:

Posting Komentar