Kebaikan Orangtua vs Balasan kita
Sekarang coba bayangkan ini :
Sepasang Bidadari 7 Keajaiban Rezeki
Ippho Santosa http://ippho.com/89/7-keajaiban-rezeki
Sekarang coba bayangkan ini :
- Saat kita berusia satu tahun, orang tua memandikan dan merawat kita. Sebagai balasannya, kita malahan menangis ditengah malam.
- Saat kita berusia 2 tahun, orangtua mngajari kita berjalan. Sebagai balasannya, kita malah kabur saat orangtua memanggil kita.
- Saat kita berusia 3 tahun, orangtua memasakkanmakanan kesukaan kita. Sebagai balasannya, kita malah menumpahkannya.
- Saat kita berusia 4 tahun, orangtua memberi kita pensil berwarna. Sebagai balasannya, kita malah mencoret” dinding dengan pensil tsb.
- Saat kita berusia 5 tahun, orangtua membelikan kita bajuyang bagus”. Sebagai balasannya, kita malah mengotorinya dengan bermain di lumpur.
- Saat kita berusia 10 Tahun, orangtua membayar mahal” uang sekolah dan uang les kita. Sebagai balasannya, kita malah malas”an bahkan bolos.
- Saat kita berusia 11 tahun, orang tua mngantarkan kita kemana-mana. Sebagai balasan, kita malah tidak mngucapkan salam saat keluar rumah.
- Saat kita berusia 12 tahun, orangtua mngijinkan kita menonton di bioskop dan acara diluar rumah brsama teman”. Sebagai balasan, kita malah meminta orangtua duduk dibarisan paling belakang dan terpisah dari kitra dan teman” kita.
- Saat kita berusia 13 tahun, orangtua mmbayar biaya kemah, biaya pramuka dan biaya liburan kita. Sebgai balasan, kita malah tidak mmberinya ketika kita berada diluar rumah.
- Saat kita berusia 14 tahun, orangtua pulang kerja dan ingin memeluk kita. Sebagai balasan, kita malah menolak dan mengeluh “papa, mama, aku sudah besar.”
- Saat kita berusia 17 tahun, orangtua sedang menunggu telepon yang penting smentara kita malah asyik menelpon teman” kita yang sama sekali tidak penting.
- Saat kita berusia 18 tahun, orangtua menangis terharu saat kita lulus SMA. Sebagai balasan, kita malah berpesta semalaman dan baru pulang esok hari,
- Saat kita berusia 19 tahun, orangtua mmbayar biaya kuliah kita dan mngantar kita kekampus pada hari pertama kita kuliah. Sbagai balasan kita malah meminta mereka berhenti jauh” dari gerbang kampus dan menghardik, “Papa, Mama, aku malu, aku kan sudah gede.”
- Saat kita berusia 22 tahun, orangtua memeluk kita dengan haru ketika kita wisuda. Sebagai balasan, kita malah bertanya, “Papa, Mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikanaku ini dan itu.”
- Saat kita berusia 23 tahun, orangtua membalikan kia sebuah barang yang kita idam”kan. Sebagai balasan, kita malah mencela, “Duh! Kalau mau beli apa” untuk aku, bilang” dong! Aku kan g’ suka model kaya’ ginni!”
- Saat kita berusia 29 tahun, orangtua mmbantu biaya pernikahan kita. Sebagai balasan, kita malah pindah keluar kota meninggalkn mereka, dan menghubungi mereka hanya 2 kali setahun.
- Saat kita berusia 30 tahun, orangtua memberi tahu kita bagaimana cara merawat bayi. Sebagai balasan, kita malah berkata, “Papa, Mama, zaman sekarang sudah beda, g’ perlu cara” sprti dulu.”
- Saat kita berusia 40 tahun, orangtua sakit”an dan membutuhkan perawatan. Sbagai balasan, kita malah beralasan, “Papa, Mama, aku sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab terhadap keluarga ku.”
- Dan entah kata” apalagi yg pernah kita ucapkan kpda orang tua. Bukan mustahil, itu menyumbat rezeki dan kebahagiaan kita.
Sepasang Bidadari 7 Keajaiban RezekiIppho Santosa http://ippho.com/89/7-keajaiban-rezeki
0 komentar:
Posting Komentar